Selasa, 23 Oktober 2012

Psikologi Sosial, Sebuah Cerita Tentang Kasih Sayang Orang Tua


Psikologi Sosial, Sebuah Cerita Tentang Kasih Sayang Orang Tua

Hem… kalau yang namanya kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB/Bogor Agricultural University) itu, terutama yang namanya jurusan Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat di Fakultas Ekologi Manusia, pasti ada-ada saja yang namanya matak uliah yang lebih pada membuka wawasan. Kali ini yang menjadi fokus perhatianku adalah kulaih Psikologi Sosial yang kala itu disampaikan oleh dosen yang sangat pandai untuk menarik minat dan perhatian mahasiswa beliau adalah Ibu Dr.Nurmala K.Panjaitan, MS, DEA. bukan materi kuliahnya yang akan saya sampaikan di sini. Tapi sebuah cerita singkat yang sangat singkat yang disampaikan sesingkat-singkatnya. Kurang lebih inilah cerita yang mengandung unsur psikologi yang beliau ceritakan di kelas, kala kuliah itu…
***
“Pada suatu hari hidup lah satu keluarga yang sangat kaya, mereka sangat bahagia karena dikaruniai oleh seorang anak, karena memiliki anak satu-satunya, anak ini kemudian sangat dimanja. Setiap KEINGINANNYA pasti selalu dipenuhi oleh kedua orang tunya. Tidak ada keinginan yang mustahil bagi si anak ini. Lama kelamaan setelah si anak menjadi dewasa, tibalah ia pada satu keinginan yang melebihi batas. Sehingga saat ini dia melakukan tindakan kriminal yang luar biasa sehingg, hakim persidangan memvonisnya dengan hukuman mati (dalam ceritanya tidak disebutkan apa tindakan kriminal yang dilakukan si anak tersebut). Seperti hukuman mati biasanya, maka hakim meberikan satu permintaan terakhir untuk si anak tersebut.
Rupanya permintaan terakhir yang disampaikan anak tersebut adalah bertemu dengan ibunya. Saat ibunya datang. Maka si anak terebur mendekatkan wajahnya ke wajah ibunya. Kemudian digigitnya keras-keras pipi ibunya, sejadi-jadinya sekeras mungkin.
Ibunya berkata, “wahai anakku, apa yang kamu lakukan?”
Si anak kemudian berkata, “Ini untuk ibu yang selama hidupku begitu memajakanku, sehingga aku sampai di saat seperti sekarang ini. Ibu tidak pernah menunjukkan kebenaran kepadaku”
***
Ini lah cerita singkat yang disampaikan beliau dengan expresi yang luar biasa. Saya tentu saja tidak akan mengintrepretasi isi cerita tersebut. Saya memberikan kebebasan kepada anda untuk memahami sendiri apa yang ingin di sampaikan dalam cerita tersebut. Yang pasti dalam lanjutan materi memasuki kuliah tersebut, ibu Nurmala menjelaskan bahwa samapi kapanpun keberhasilan dan kesuksesan tidak mungkin di dapat dengan hanya bersantai saja. Mereka yang sukses adalah mereka yang dalam hidupnya telah menghadapai berbagai halangan dan rintangan hidup.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar